Fig. 17.61
1. Pendahuluan [kembali]
2. Tujuan [kembali]
- Mengenal struktur dan prinsip kerja komponen PNPN (SCR).
- Memahami kondisi penyalaan dan pemadaman (trigger dan turn-off) pada PNPN.
- Menganalisis karakteristik arus-tegangan (V-I) dari komponen PNPN.
- Mengamati fungsi PNPN sebagai saklar elektronik dalam rangkaian daya.
3. Alat dan Bahan [kembali]
A. Resistor
Fungsi utama dari resistor adalah membatasi aliran arus. Resistor dapat
menahan arus dan memperkecil besar arus. Besar resistansi (kemampuan menahan
arus) resistor disesuaikan dengan kebutuhan perangkat elektronika.
B. Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menyimpan dan
melepaskan energi listrik dalam bentuk muatan. Dalam berbagai jenis rangkaian,
kapasitor memiliki peran penting, seperti menyaring sinyal untuk menghilangkan
noise atau komponen frekuensi tertentu, serta memblokir arus searah (DC) sambil
meneruskan arus bolak-balik (AC), yang sering digunakan dalam proses kopling
sinyal antar tahap rangkaian.
C. Power supply
Power supply
(catu daya) adalah perangkat atau sistem yang menyediakan energi listrik ke
beban listrik. Fungsi utamanya adalah untuk mengubah energi listrik dari satu
bentuk (biasanya dari sumber utama seperti listrik PLN) menjadi bentuk lain
yang sesuai dengan kebutuhan perangkat yang akan dioperasikan.
D. Ground
Ground adalah titik kembalinya arus searah atau titik kembalinya
sinyal bolak balik atau titik patokan dari berbagai titik tegangan dan
sinyal listrik dalam rangkaian elektronika.
E. Voltmeter
Alat ukur untuk
mengukur besar Tegangan dalam satuan Volt
F. Oscilloscope
Osiloskop adalah alat ukur elektronik yang digunakan untuk menampilkan bentuk gelombang sinyal listrik secara grafis pada layar, biasanya dalam bentuk tegangan
(sumbu Y) terhadap waktu (sumbu X).
G. Diode
Dioda (Diode)
adalah Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor dan
mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi
menghambat arus listrik dari arah sebaliknya.
4. Dasar Teori [kembali]
PNPN atau
dikenal sebagai thyristor merupakan salah satu jenis semikonduktor
daya yang memiliki empat lapisan semikonduktor berurutan: P-N-P-N. Struktur ini
membentuk tiga junction (J1, J2, dan J3) dan memiliki tiga terminal utama,
yaitu anoda (A), katoda (K), dan gate (G). Fungsi utama PNPN
adalah sebagai saklar elektronik yang dapat mengalirkan arus besar dari anoda
ke katoda setelah diberi sinyal pemicu pada gate. Komponen ini banyak digunakan
dalam pengaturan dan pengendalian daya listrik, terutama pada sistem tegangan
dan arus tinggi.
Secara prinsip, PNPN bekerja
berdasarkan konsep bistabil, yaitu memiliki dua keadaan stabil: OFF
(tidak menghantar) dan ON (menghantar). Dalam kondisi forward
bias (anoda positif terhadap katoda), arus tidak akan langsung mengalir
karena junction tengah (J2) masih reverse bias. Namun, jika diberikan sinyal
pemicu pada gate, maka terjadi injeksi pembawa muatan yang memicu konduksi
melalui seluruh struktur PNPN. Setelah konduksi dimulai, gate tidak lagi
diperlukan, dan komponen tetap dalam kondisi ON selama arus beban di
atas holding current. Untuk mematikan arus (turn-off), arus anoda harus
diturunkan di bawah nilai latching current atau diputus seluruhnya.
PNPN dapat dianalisis secara setara
sebagai kombinasi dari dua buah transistor: satu PNP dan satu NPN, yang disusun
saling umpan balik. Dalam model ini, arus yang masuk ke gate memperkuat
transistor NPN, yang pada gilirannya memperkuat transistor PNP, sehingga
terjadi regenerasi internal hingga seluruh struktur menghantar penuh. Fenomena
ini menjelaskan bagaimana sinyal kecil pada gate dapat mengaktifkan arus besar
dari anoda ke katoda.
Kurva
karakteristik arus-tegangan (V-I) dari PNPN terdiri dari tiga wilayah utama:
- Forward Blocking Region: Anoda positif terhadap katoda, tetapi belum ada sinyal gate. Arus sangat kecil.
- Forward Conduction Region: Setelah diberi sinyal gate, arus meningkat tajam dan tegangan turun—komponen dalam kondisi ON.
- Reverse Blocking Region: Katoda lebih positif dari anoda (reverse bias), dan arus hampir nol, mirip dengan dioda biasa.
Rumus sederhana
untuk menentukan tegangan dan arus saat kondisi ON, berdasarkan hukum Ohm dan
beban yang digunakan:
di
mana VT adalah tegangan jepit (threshold voltage) pada SCR saat
menghantar, biasanya sekitar 1–2 V.
Dalam aplikasi praktis, SCR
digunakan untuk mengatur sudut penyalaan (firing angle) pada arus AC,
yang akan menentukan berapa lama SCR dalam kondisi ON selama satu siklus sinyal
AC. Dengan teknik ini, daya yang dikirim ke beban bisa dikontrol secara
efektif. Aplikasi umum termasuk pengatur lampu, kontrol pemanas, dan konverter
daya.
Dengan memahami karakteristik dasar
dan prinsip kerja PNPN, pengguna dapat merancang sistem kontrol daya yang lebih
efisien dan handal. Pengetahuan ini sangat penting dalam
bidang elektronika daya, otomasi industri, serta sistem konversi
energi.
5. Example [kembali]
6. Soal Latihan [kembali]
1. PUT adalah
perangkat berbasis lapisan:
A. npn
B. pnp
C. pnpn
Jawaban benar:
C. pnpn
Alasan: PUT adalah perangkat semikonduktor empat lapis dengan susunan p–n–p–n,
mirip seperti SCR.
2. Dalam
rangkaian dasar PUT seperti pada Gambar 17.61, tegangan pada gate (VG)
ditentukan oleh:
A. Pembagi
tegangan dari RB1 dan RB2
B. Tegangan catu langsung
C. Tegangan di antara A dan K
Jawaban benar: A
Alasan: Gate G pada PUT mendapatkan tegangan VG dari pembagi tegangan antara
RB1 dan RB2, yaitu:
3. Dua kondisi
yang diperlukan agar PUT mulai konduksi adalah:
A. VAK < VG
B. VAK> VG +
Von
C. VA cukup tinggi untuk mengakibatkan pemicu
PUT
Jawaban benar: B
dan C
Alasan:
PUT mulai
konduksi ketika tegangan antara anoda dan katoda (VAK) melebihi VG + V_on
(biasanya sekitar 0.7 V).
Artinya,
tegangan anoda harus cukup tinggi dibandingkan gate, yang ditentukan oleh
pembagi RB1–RB2
7. Percobaan [kembali]
8. Download File [kembali]
Download
Proteus Fig 17.61 [Klik Disini]
Download
Datasheet Voltmeter [Klik Disini]
Download
Datasheet UPT [Klik Disini]
Download
Datasheet Resistor [Klik Disini]
Download
Datasheet Baterai [Klik Disini]
Komentar
Posting Komentar