LAPORAN AKHIR MODUL 2



1. Jurnal [Kembali]

Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran Listrik dan Rangkaian Listrik

Osiloscope dan Pengukuran Daya

Nama                         : M. Razan Aulia

NIM                           : 2510953044

Tanggal Praktikum    : 3 Maret 2026

Asisten                       : - M. Alfareldo Boyke

                                     -  Afif Falih Yurivanno

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

60 --

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

4,161 ms1,002 KHz



  1.  Membandingkan Frekuensi

Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

1,000 KHz1.000 Hz

Gergaji

1,001 KHz1.000 Hz

Pulse

1,001 KHz1.000 Hz



  1. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

1.000 Hz

2.000 Hz

 



1 : 2

1.000 Hz

2.000 Hz

 



2 : 1

2.000 Hz

1.000 Hz

 



1 : 3

1.000 Hz

3.000 Hz

 



3 : 1

3.000 Hz

1.000 Hz

 



2 : 3

2.000 Hz

3.000 Hz

 



3 : 2

3.000 Hz

2.000 Hz

 




4.Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

Beban

Daya Terukur

(Watt)

V total

I total

Daya Terhitung

(Watt)

1 Lampu

0,3009 0,250,20,05

2 Lampu

0,8807    0,80,20,16

3 Lampu

1,32880,30,20,06



  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,56291,80,290,522

2 Lampu

1,0782    1,80,240,432

3 Lampu

1,55791,80,290,522

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Pengukuran Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a)     Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b)     Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c)     Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope

d)     Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

 

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut :

·       Tegangan Searah

a)     Atur output power supply sebesar 4 Volt

b)     Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c)     Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

 

·       Tegangan Bolak Balik

a)     Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b)     Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

 

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a)     Susun rangkaian seperti gambar berikut :

b)     Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c)     Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d)    Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e)    Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa

 

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a)     Susun rangkaian seperti gambar berikut :

b)     Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c)     Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d)    Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya. Bacalah penunjukan frekuensi generator

e)     Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f)      Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2

 

Pengukuran Daya

5. Mengukur Daya Satu Fasa

a)     Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b)     Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c)     Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d)     Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]



Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah (DC) dan Tegangan Bolak Balik (AC)



Membandingkan frekuensi pada Gelombang Sinusoidal, Gigi gergaji, dan Pulsa(Kotak)



Membandingkan frekuensi dengan Cara Lissajous


4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab :
Kalibrasi osiloskop penting untuk dilakukan sebelum digunakan, karena memastikan akurasi pengukuran, menjaga kualitas data, mencegah kerusakan perangkat, memenuhi standar, memaksimalkan kinerja, dan memperpanjang umur pakai alat.

2. Jelaskan Perbedaan Tegangan AC dan DC pada Oscilloscop Berdasarkan Amplitudo, Frekuensi dan Perioda.
Jawab :

A. DC (Direct Current)

       - Amplitudo: Konstan, digambarkan sebagai garis horizontal dengan nilai tetap.

       - Frekuensi: 0 Hz (tidak memiliki perubahan periodik).

       - Perioda: Tidak terdefinisi / dianggap tak terhingga karena tidak memiliki siklus.

B. AC (Alternating Current) 

      - Amplitudo: Berubah secara periodik, berbentuk gelombang (diukur puncak atau puncak ke puncak).

      - Frekuensi: Memiliki nilai tertentu (Hz), menunjukkan jumlah siklus per detik.

      - Perioda: Memiliki nilai tertentu (detik), menunjukkan waktu satu siklus.


3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan Generator Fungsi dan Frekuensi
Jawab :
A. Gelombang Sinsuoidal
- Bentuknya halus dan berosilasi periodik seperti kurva sinus.
- Sering digunakan sebagai sinyal referensi atau untuk menguji respons linear suatu sistem.
- Contoh aplikasi: Pengujian audio, pengukuran harmonik

B. Gelombang Kotak (Square Wave):
- Memiliki dua tingkat amplitudo konstan (tinggi dan rendah) yang bergantian secara periodik.
- Kaya akan harmonik ganjil.
- Digunakan untuk menguji respons transien, rangkaian digital, atau sebagai sinyal clock.
- Contoh aplikasi: Pengujian amplifier, rangkaian logika.

C. Gelombang Segitiga (Triangle Wave)
- Amplitudo naik dan turun secara linear, membentuk pola segitiga berulang.
- Mengandung harmonik ganjil, namun amplitudonya menurun lebih cepat dari gelombang kotak.
- Digunakan dalam aplikasi audio, sintesis musik, atau yang memerlukan perubahan linear.
- Contoh aplikasi: Pengujian audio (distorsi), modulasi.

D. Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave):
- Amplitudo naik (atau turun) secara linear, lalu turun (atau naik) secara tajam
- Kaya akan harmonik genap dan ganjil.
- Digunakan dalam aplikasi scanning, pembangkit waktu, atau sintesis musik.
- Contoh aplikasi: Basis waktu osiloskop analog, sintesis suara.

4. Bandingkan Nilai Daya yang Terukur dan nilai Daya Terhitung pada Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Jawab :
Pada praktikum ini, kesesuaian antara daya terukur dan daya terhitung sangat tidak sesuai, ditunjukkan oleh selisih yang terlalu jauh, yaitu sekitar 0,25-1,26 W. Perbedaan sebesar ini menunjukkan hasil yang sangat berbeda. Hal ini sebabkan adanya kesalahan dalam melakukan penghitungan daya pada saat praktikum.

5. Bandingkan Nilai Daya yang Terukur dan Nilai Daya Terhitung pada Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel
Jawab :
Pada praktikum ini, hasil pengukuran daya terukur dan daya terhitung menunjukkan kesamaan dan perbedaan yang signifikan. Terdapat satu perbedaan hanya pada pengukuran dengan 1 beban lampu yaitu sekitar 0,04 W, merupakan nilai perbedaan yang sangat kecil. Namun, terdapat dua perbedaan hanya pada pengukuran dengan beban 2 lampu dan 3 lampu, yaitu sekitar 0,64 - 1,03 W yang merupakan nilai yang sangat besar.


5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir Disini

Video Percobaan 1 Disini

Video Percobaan 2 Disini

Video Percobaan 3 Disini



Komentar

Postingan populer dari blog ini