LAPORAN AKHIR MODUL 1



1. Jurnal [Kembali]

Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran Listrik dan Rangkaian Listrik

Osiloscope dan Pengukuran Daya

Nama                         : M. Razan Aulia

NIM                           :  2510953044

Tanggal Praktikum    :  31 Maret 2026

Asisten                       : - Faren Muhammad Abdad

                                     - Dean Aulyanisa


  1. Penentuan Karakteristik Alat Ukur


Nama Alat

Model

Prinsip

Kerja

Ketelitian

Posisi

Alat

Kelas Isolasi

Jenis

Input

Range Skala

Faktor

Pengali

Sensitivitas

Voltmeter I

2011

 Kumparan Putar                         

0,5

Horizontal

Industri

3

DC

0-300

0-1000

-, 30, 100, 300, 1000

1 mA (1000Ω/V)

Amperemeter II

2013

Besi Putar

0,5

Horizontal

Industri

3

AC

0-20
0-10
0-5,0

2,5,10,
20, ±

45-65 Hz



  1. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Seri


No

Xn

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I total (A)

V total (V)

1

Xa

220

229,2283,3 0,006
1,7

Xb

550

559603,30,0063,62

Xc

1000

9751183,30,0067,1

2

Xa

1000

9741019,20,00262,65

Xb

1500

15001523,10,00263,96

Xc

2000

20002026,90,00265,27


  1. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Parallel


No

Xn

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I total (A)

V total (V)

1

Xa

220

200,22351,90,005212,23

Xb

550

559509,50,02412,23

Xc

1000

9751019,10,01212,23

2

Xa

1000

997991,50,011811,7

Xb

1500

15121462,50,00811,7

Xc

2000

19872052,60,005711,7



  1. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone


Rs (Ω)

2878

Rx Multimeter (Ω)

2775

Rx Terhitung (Ω)

1308,18

R toleransi (%)

52,86%

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Mengamati dan Memahami Simbol serta Data dari Alat Ukur

a. Ambil alat ukur seperti dibawah ini:

• Voltmeter (model 2011)

• Amperemeter (model 2013)

b. Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut.

c. Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan tuliskan

karakteristik alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.

2. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan

Geser Pada Rangkaian Seri

a. Susun rangkaian seperti gambar 1.4

b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer

dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.

c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.

d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.

e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan

tahanan geser.


Gambar 1.4 Rangkaian Seri

3. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Paralel

a.Susun rangkaian seperti gambar 1.5

b.Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.

c.Gunakan DC power supply sebesar 12V.

d.Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.

e.Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.

Gambar 1.5 Rangkaian Paralel

4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone

a.Susun rangkaian seperti gambar 1.6

b.Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.

c.Hubungkan Ampermeter pada rangkaian sebesar 0-100mA.

d.Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.

e.Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada jembatan wheatstone

f.Kemudian hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada potensiometer.

g.Hidupkan power supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan angka 0 pada multimeter.

h.Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply.

i.Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada tabel 4.

Gambar 1.6 Jembatan Wheastone


3. Video Percobaan [Kembali]


Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!

Jawab : 

Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur beda potensial atau tegangan listrik antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik. Cara menggunakan alatnya adalah dengan cara diparalelkan dengan komponen yang akan diukur. Analisa karakteristik voltmeter sebagai berikut:

  • Model : 2011
  • Prinsip kerja : Kumparan putar
  • Tingkat ketelitian : maksimum 0.5
  • Posisi alat ukur : Horizontal
  • Kelas isolasi : Industri (Bintang 3)
  • Jenis input : DC (Direct Current)
  • Range skala : 0-300, 0-1000
  • Faktor pengali : 0, 30, 100, 300, 1000
  • Sensivitas : 1 mA

Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Alat ini dirancang untuk mengukur arus listrik baik dalam bentuk arus searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC). Cara menggunakan alatnya adalah dengan menserikan dengan rangakaian yang ingin diukur arusnya. Analisa karakteristik amperemeter sebagai berikut :

  • Model : 2013
  • Prinsip kerja : besi putar 
  • Tingkat ketelitian : ketelitian kesalahan maksimum 0.5
  • Posisi alat ukur : dilakukan secara horizontal
  • Kelas isolasi : Bintang 3
  • Jenis input : arus searah (DC)
  • Range skala : 0-20, 0-10, 0-5
  • Faktor pengali : 2, 5, 10, 20, ±
  • Sensivitas : 45-65 Hz


2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian seri!

Jawab : 

Variasi hambatan dari Tahanan Geser dan Potensiometer dapat mempengaruhi arus dan tegangan menurut Hukum Ohm. Dituliskan persamaan matematis Hukum Ohm sebagai berikut :

        V = I x R 

Sehingga, I =

Keterangan:

I> Arus (A)                 

V> Tegangan (V)

R> Hambatan (Ω)

Jelas seperti dalam matematis rumus, bahwa arus (I) berbanding terbalik dengan hambatan (R), berarti besarnya hambatan berefek pada kecilnya arus yang didapatkan, begitu juga sebaliknya. Pada rangkaian seri, arus pada tiap komponen hambatan nilainya akan sama, sehingga arus akan identik pada tiap komponen

I = I1 = I2 = In

Sementara pada tegangan di tiap komponen hambatan akan berbeda, besar tegangan di tiap komponen akan dipengaruhi oleh besar kecil nilai hambatann itu sendiri. Hal ini disebabkan tegangan pada setiap komponen dalam rangkaian seri akan berbanding lurus dengan hambatannya.

V = V1 + V2 + ... + Vn

3. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian paralel !

Jawab : Data hasil Pengukuran  dengan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian membuktikan bahwa I total pada rangkaian paralel berbeda pada setiap susunan komponen nya atau I total =I1+I2+I3. Dan Tegangan pada rangkaian paralel sama  disetiap komponen nya atau Vtotal pada seri= V1=V2=V3. hambatan terhadap nilai arus menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangakain paralel menghasilkan nilai arus yang lebih besar dibandingkan dengan rangkaian seri. pada rangkaian paralel arus lebih besar karena Rtotal pada seri= 1/R1+1/R2+1/R3 Makin kecil hambatan maka arus makin besar Sesuai dengan hukum Ohm I=V/R

4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheatstone!

Jawab :

 ∣1308,1827752775×100 %  = 52,86 %


Hasil perhitungan didapatkan error sebesar 52,86% ini tentu sangat besar dari batas nilai toleransi error sebesar 5%. Hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yakni nilai resistor yang digunakan tidak tepat, Kesalahan pembacaan, Alat yang digunakan sudah mulai rusak, Efek suhu, dan adanya energi panas yang berlebih.

5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir [Disini]

Video Percobaan [Disini]



Komentar

Postingan populer dari blog ini